Tim PAKEM Lembata: Antisipasi ajaran/paham baru “Yahuwa”

Pada hari Selasa, tanggal 21 Mei 2019 pukul 09.00 wita diadakan pertemuan Rapat Koordinasi Tim PAKEM (Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat) wilayah Lembata. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Lembata yang dibuka oleh Kepala Seksi Intelijen Selaku Wakil Ketua PAKEM.

Rapat Koordinasi tersebut dihadiri oleh para anggota Tim PAKEM antara lain Kasat Intelkam Polres Lembata Iptu David Neto, Ketua FKUB Lembata Yakobus Kia, Babinsa Koramil Lewoleba Sertu Syaiful Rate, Kasi Urusan Agama Katolik Kemenag Kabupaten Lembata Drs. Benyamin Raya, Kabid Kebudayaan Pada Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Lembata Labi Bonefasius, S.IP, Kabid Kesatuan Bangsa Kesbangpol Lembata Yohanes Brechmans D. DAI,S.IP, Kabid Wawasan Nasional Kesbangpol Lembata Bosko Bataona, Deken DekenatRomo Sinyo Da Gomez, Pr, Pastor Paroki ST. Arnoldus Jansen Waikomo, Pastor Paroki ST. Maria Baneaux Lewoleba, Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa, Pastor Paroki ST. Fransiskus Asisi Lamahora, Bapak Pendeta GMIT Solafide Lewoleba, Bapak Pendeta Gereja Betel Indonesia Lewoleba, Bapak Pendeta Gereja Advent Lewoleba, Ketua Majelis Ulama Indonesia Cabang LembataH. Hidayat Sarabiti, Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Lembata Muchtar Sarabiti, dan Pemangku Pura Satria Nantha Lewoleba I Wayan Lancer.

Dalam Rapat Koordinasi Tim PAKEM tersebut membahas beberapa topik antara lain :

  1. Monitoring perkembangan situasi Aliran Kepercayaan Dan Aliran Keagamaan di Kabupaten Lembata dan;
  2. Peningkatan Pengawasan Aliran Kepercayaan Dan Aliran Keagamaan Jelang Pengumuman Hasil Rekapitulasi Pemilu Tahun 2019 pada tingkat Nasional.

Berdasarkan hasil dari Pelaksanaan Rapat Koordinasi Bersama Tim PAKEM Kabupaten Lembata Tahun 2019, maka diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :

  1. Sampai dengan saat ini ajaran Saksi-Saksi Yehuwa belum terdeteksi atau belum pernah muncul di wilayah Kabupaten Lembata, namun demikian agar kiranya seluruh anggota tim Pakem bersama tokoh-tokoh agama tetap waspada dan melaporkan apabila ditemukan potensi atau indikasi adanya ajaran Saksi-Saksi Yehuwa di masyarakat sehingga dapat menentukan langkah cegah dini agar aliran tersebut tidak tumbuh berkembang di wilayah lembata.
  2. Di Wilayah Kabupaten Lembata terdapat 3 (tiga) aliran Kepercayaan/ Aliran Keagaman, antara lain :
    a. Kelompok Jamaah Muslimin (Hizbullah) dengan Ketua atas nama ABDUL MANSYUR yang berada di Kampung Al-Muhajirun ,di desa Waowala Kec. Ile Ape. Kab. Lembata sebanyak 25 KK
    b. Ahmadiyah di Kecamata Nagawutung;
    c. Gafathar,Bahwa adanya eks Gafathar yang dipulangkan kembali di wilayah Lembata yaitu sebanyak 16 (tujuh belas) orang dari Kalimantan ke rumah asal mereka yang tersebar di Kec. Omesuri dan Kec. Buyasuri, dan kiranya setelah diperoleh data alamat lengkap untuk melakukan pendataan dilapangan dikarenakan terdapat informasi bahwa mereka telah bergeser/ berpindah ke kec. Ile Ape.
  3. Terdapat 2 (dua) keluarga yang masing-masing terdiri 5 (lima) dan 6 (enam) orang sebagai Umat Gereja Advent, akan tetapi pada tahun lalu mereka keluar dari Gereja Advent dan melakukan ritual/ ibadah sendiri didalam rumah mereka di Toko Sun Rise Kota Baru, Kabupaten Lembata, bahwa mereka menamakan diri dengan sebutan “ELIAS GOSPEL”.
  4. Terkait Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 1979, tentang Pedoman Tata Cara Penyiaran Agama yang melarang penyebaran dan penyiaran agama kepada orang yang sudah beragama dan tidak boleh membuat tafsiran atau pelecehan terhadap agama lain, diharapkan dapat kembali diterapkan dan dilaksanakan sebagaimana mestinya guna menjaga ketertiban umat beragama
  5. Tokoh Agama Kristen Katholik pada dasarnya menolak tentang eksistensi/ adanya aliran saksi-saksi Yehuwa/ Jehova dikarenakan menggerogoti Agama Kristen.